Memahami Proses dan Manfaat Grooving pada Lantai Beton

Grooving adalah proses pembuatan alur-alur pada permukaan lantai beton menggunakan mesin grooving atau concrete cutter setelah beton mencapai kekuatan yang cukup. Proses ini penting untuk meningkatkan fungsi lantai beton, baik dari segi keamanan, ketahanan, maupun persiapan aplikasi lanjutan.

Tahapan Proses Grooving

  1. Inspeksi kondisi beton untuk memastikan permukaan sudah cukup kuat dan tidak ada kerusakan.
  2. Penentuan pola dan ukuran groove sesuai kebutuhan proyek.
  3. Marking area kerja sebagai panduan pemotongan.
  4. Pelaksanaan grooving dengan mesin grooving atau concrete cutter pada kedalaman dan lebar yang telah ditetapkan.
  5. Pembersihan debu dan sisa potongan beton menggunakan vacuum atau blower agar alur bersih dan optimal.
  6. Pemeriksaan hasil grooving untuk memastikan dimensi dan kualitas sesuai spesifikasi.
  7. Finishing atau aplikasi lanjutan seperti coating, PU Concrete, atau treatment lainnya jika diperlukan.

Tujuan dan Manfaat Grooving

  • Meningkatkan drainase: Alur membantu mengalirkan air sehingga permukaan tidak tergenang.
  • Meningkatkan keamanan anti-slip: Alur membuat permukaan lantai menjadi lebih kasar dan mencegah tergelincir, terutama di area basah.
  • Persiapan aplikasi sistem flooring: Alur memudahkan adhesi lapisan coating atau treatment berikutnya.
  • Mengurangi risiko retak: Dengan pengaturan alur yang tepat, retak pada beton dapat dikendalikan dan tidak menyebar sembarangan.

Waktu yang Tepat untuk Melakukan Grooving

Grooving biasanya dilakukan setelah beton berumur minimal 14 hingga 28 hari atau setelah beton mencapai kekuatan yang disyaratkan, agar proses pemotongan tidak merusak beton dan menghindari risiko retak.


Portfolio di Proyek kompleks pergudangan dan penyimpanan berpendingin (cold storage) – Jakarta